Kapsul Motivasi: PEMIMPIN HARUS MELAKUKAN PERUBAHAN – I Nyoman Supartha

Posted: December 27, 2012 in akhlak, anugerah, bahagia, Berkomunikasi, educations, kata bijak, Kehidupan, komitmen, learning

Kapsul: “Membuat orang lain menjadi lebih baik dan apa yang kita lakukan bermanfaat baginya, itu akan kekal”
 
Ada falsafah dari seorang tokoh kewirausaan, Rhenald Kasali yang mampu menggelitik hati mansu, yakni” Apa yang kita lakukan dan bermanfaat bagi diri kita sendiri, itu akan mati bersama kita. Tetapi apa yang kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, itu akan kekal”.
 
Karena itulah kapsul di atas saya share, dimana bila dikupas akan kita temukan kata
Melalukan Perubahan. Berikut ini saya coba menshare pendapat saya melalui pertanyaan, sbb:
 
Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin?
Yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin adalah membuktikan bahwa dirinya melakukan sesuatu. Bukan malah berbicara bahwa dirinya hebat. Pemimpin harus melakukan perubahan. Artinya dia harus menyakini benar-benar bahwa tindakannya itu direalisasi untuk kebaikan orang lain, bukan untuk kepentingan pribadinya. Pemimpin itu harus mau melakukan hal-hal yang tidak mau dilakukan oleh orang lain, misalnya habit; menyapu halaman rumah, membersihkan WC dan atau selokan di depan rumah, dan lain sebagainya. Pertama dan terpenting baginya dapat membahagiakan orang lain. Tegasnya, pemimpin harus berani melakukan sesuatu.
 
Apa beda pemimpin dengan penguasa?
Penguasa itu umumnya sering sekali bekerja tidak menggunakan tata nilai (value). Dia hanya mengejar hasil tanpa nilai. Sementara pemimpin itu harus memiliki value. Contoh: manakala Anda atau saya berada di satu posisi tertentu dan tata nilai Anda atau saya akan dimakan, maka dengan tegas atau sebaiknya Anda atau saya harus mundur. Inilah saya bahasakan sebagai sikap professional. Banyak direksi BPR tetap bertahan di perusahaan yang ia pimpin walaupun mereka di intervensi oleh pemilik dan atau komisarisnya, maka hasilnya kinerja BPR berjalan ditempat (mati segan, hidupun tak mau). Mereka itu umumnya takut akan kehilangan pekerjaan, padahal sesungguhnya berkarya itu bisa dilakukan dimana dan dibidang apa saja, yang penting kita bebas berkreasi untuk merubah orang lain menjadi lebih baik dari sebelumnya, suatu misi mulia bukan! Itulah sebabnya nabi (pemimpin) lebih dihormati dibanding raja (penguasa). Nabi dihormati karena dia bekerja dengan tata nilai dan karekter, beda dengan penguasa yang bekerja berdasarkan reputasi dan pencintraan diri semata. Apa beda karakter dengan reputasi? Menurut Rhenald Kasali dan saya pun mengamini pendapat beliau 
bahwa karakter itu terkait dengan rasa takut kepada Tuhan, sementara reputasi adalah apa yang diucapkan orang kepada kita saat hendak dimakamkan. Karakter itu adalah ucapan malaikat di hadapan Tuhan tentang kita, itu tidak bisa dibohongi. 
Bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan benar?
Mansu akan lnajutkan dilain kesempatan……
 
Salam
Mansu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s