>MABIT DI MUZDALIFAH

Posted: March 3, 2009 in Uncategorized

>
Mabit di Muzdalifah ialah berhenti dalam kendaraan atau turun dari kendaraan di Muzdalifah sampai lewat tengah malam, ketika melaksanakan perjalanan dari Arafah ke Mina pada malam hari menjelang tanggal 10 Dzulhijjah.
Pada saat mabit di Muzdalifah hendaknya membaca talbiyah, berzikir, beristigfar, berdo’a atau membaca Al-Qur’an.
Selanjutnya disunatkan mencari dan mengumpulkan batu kerikil di Muzdalifah untuk melontar jamrah sebanyak 7 atau 49 atau 70 butir.
Mabit di Muzdalifah adalah salah satu wajib haji, sehingga seluruh jamaah haji wajib melaksanakan kecuali bagi jamaah haji yang uzur serta petugas tertentu yang karena tugasnya mengurus jamaah haji tidak mungkin melaksanakan nabit di Muzdalifah di wajibkan membayar dam dengan menyembeli seekor kambing, atau kalau tidak mampu berpuasa 10 hari (3 hari semasa haji di tanah suci dan 7 hari dilakukan di tanah air). Apabila tidak mampu melaksanakan puasa 3 hari semasa haji maka harus melaksanakan puasa 10 hari di tanah air (3 hari dilaksanakan berturut-turut dengan niat qada kemudian tidak berpuasa) diselingi minimal 4 hari baru setelah itu berpuasa selama 7 hari berturut-turut. Jamaah haji yang uzur serta petugas tertentu gugur melakukan kewajiban mabit membayar dam .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s